Fermentasi Kotoran Hewan dan Sisa Tanaman Sebelum Digunakan

Fermentasi Kotoran Hewan dan Sisa Tanaman Sebelum Digunakan

Selama ini, kotoran hewan dan sisa-sisa tanaman cenderung langsung digunakan untuk memupuk tumbuhan tanpa difermentasi / dibusukkan terlebih dahulu. Kita cenderung menginginkan semuanya praktis, mudah, cepat, dan instan sehingga kotoran hewan ( alias pupuk kandang ) dan sisa tanaman ( yang kita kenal sebagai pupuk hijau ) langsung diaplikasikan begitu saja pada tanah. Ini memang bisa saja dilakukan dan bahan-bahan tersebut sudah mengandung nutrisi alami, namun sebenarnya kotoran hewan dan sisa tanaman perlu difermentasi dulu supaya benar-benar bermanfaat bagi tanaman. Mengapa?

Manure ( source: wikipedia )

Manure ( source: wikipedia )

1. Kotoran hewan dan sisa tanaman bagaimanapun adalah “sisa” dari makhluk hidup. Di dalamnya terkandung bakteri patogen/ bakteri merugikan yang dapat merusak. Sehingga apabila langsung digunakan sebagai pupuk, tanaman bisa saja kering, layu, kemudian mati sebab nutrisi mereka justru diserap oleh bakteri tersebut atau tanaman justru sakit karena terserang oleh bakteri. Fermentasi / dekomposisi dapat membunuh bakteri, parasit, atau agen-agen berbahaya lainnya.

2. Kotoran hewan kebanyakan bersifat panas karena kandungan ammonia yang tinggi. Walaupun ammonia berfungsi untuk meningkatkan hasil produksi tanaman, namun kandungan ammonia yang terlalu tinggi dapat membakar tanaman. Hal ini ditandai dengan daun yang berubah warna menjadi kuning / coklat seperti gosong dan akar yang menghitam. Akhirnya tanaman Anda tidak akan menghasilkan apa-apa, atau bahkan mati. Proses pembusukan yang benar dapat menyeimbangkan rasio karbon dengan nitrogen ( C:N ) sehingga tanaman mendapatkan kadar yang pas untuk pertumbuhan.

3. Proses fermentasi diperlukan untuk menguraikan unsur-unsur nutrisi di dalam kotoran hewan dan sisa tumbuhan. Dengan begitu, tanaman akan lebih mudah dan lebih cepat menyerap nutrisi tersebut sehingga dapat berkembang lebih pesat.

Proses fermentasi ini biasanya berlangsung beberapa hari. Namun, pupuk organik cair Super Max sudah diformulasikan untuk dapat menguraikan kotoran hewan, sisa tanaman, dan berbagai sampah organik lainnya dengan lebih cepat. Material yang dihasilkan pun mengandung nutrisi yang lebih tinggi dan butirannya juga cenderung lebih halus daripada dengan proses konvensional. Agar Anda lebih yakin akan kemampuan Super Max, lihatlah video ini.

Sumber gambar ( atas ) : eco-bali.com

Copyright ©2016 PT. Salimas Citra Kencana.  All rights reserved.